![]() |
| Sumber: Google |
Teringat saat kasus
Misbakhun, ia mulai ditahan di markas besar Kepolisian Negara RI karena
tuduhan pemakaian L/C palsu Misbakhun
korupsi di Bank Century pada tanggal 26 April silam. Gara-gara tudingan
itu, ia divonis bersalah dan dihukum setahun oleh pengadilan.
Waktu itu, Misbakhun
adalah salah seorang dari anggota Panitia Khusus Bank Century di DPR yang vokal
mengusut skandal yang diduga melibatkan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta pejabat lainnya pada tahun 2008
itu. Di pengadilan tinggi, Misbakhun
ditambah setahun hukumannya. Mahkamah Agung (MA) kemudian mengukuhkan
hukumannya tetap 2 tahun. Namun, dengan novum baru yang diajukannya lewat
peninjauan kembali (PK), akhirnya MA membebaskannya secara murni semua
tuduhannya itu.
Kini, Misbakhun
yang semula anggota Partai Keadilan Sejahteran dan pindah ke Partai Golkar
memberikan catatan kenangan dan maknanya saat mulai dipenjara. "Tiga tahun
lalu, periode antara 26-27 April 2010, saya memulai kehidupan baru. Merasakan
tidur pertama di penjara. Periode malam itu, saya merasakan malam pertama di
sana. Di penjara yang telah membebaskan saya dari rasa takut saya pada semua
kekuasaan manusia," ujarnya, Sabtu sore ini. Penjara, baginya,
membebaskannya dari semua rasa takut akan hal-hal yang bersifat duniawi dan
materi semata.
"Sejak saat kasus
Misbakhun itu, juga memulai sebuah era baru, membuka hati saya lebar-lebar
bahwa saya harus memaafkan semua orang yang telah mendzolimi saya dengan
tuduhan-tuduhan Misbakhun korupsi,"
tambahnya. Karena dosa orang-orang yang telah mendzolimi saya, tambah Misbakhun, harus habis di depan saya.
"Kalau tidak, maka di hadapan Allah Swt, mereka akan
bertambah berat menanggung beban dosa dirinya yang sudah berat ditambah dengan
beban dosa dari orang-orang yang mereka dzolimi. Cukup mereka menanggung dosa
mereka sendiri yang berat," lanjutnya.
Menurut Misbakhun,
memaafkan orang-orang yang pernah mendzolimi dirinya, di antaranya tokoh-tokoh
yang memasukkannya ke penjara dan menuduhnya menyuap dalam proses PK,
membuatnya jauh lebih indah dan membuat hidupnya lebih punya makna dalam
menatap membangun relasi baru antarmanusia.

Komentar
Posting Komentar