Langsung ke konten utama

Mahfudz : Kasus Misbkahun Berbeda Dengan Kasus Nazarudin

Sumber: Google


Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera [PKS] dan Ketua Komisi I, Mahfudz Siddik, menjelaskan bahwa kasus pemberhentian Nazaruddin agar tidak disamakan dengan kasus Misbakhun, karena proses administrasi Misbakhun tidak bisa buru-buru karena orang yang bersangkutan tidak diberhentikan dari partai seperti Nazaruddin.

"Prosesnya sudah berjalan, ada kelengkapan administrasi yang harus disampaikan," kata Mahfudz, di gedung DPR, hari ini.

PKS akan segera mengirimkan pemberhentian Misbakhun sekaligus menyodorkan Pengganti Antar Waktu (PAW) bagi terpidana kasus L\C fiktif Bank Century tersebut.

Kasus Misbakhun berbeda dengan kasus Nazaruddin yang kasusnya  tersangkut korupsi, kata Mahfudz, karena Misbakhun bisa dianggap hanya sebagai kreditur yang gagal untuk membayar. Juga bukan tentang Misbkahun korupsi  saat kasus misbakhun terjadi  Itupun karena bank Century juga sedang bermasalah di rana hukum.

"Konteksnya kan berbeda, Nazaruddin kan dipecat karena tersangkut kasus korupsi. Sementara Misbakhun itu proses hukumnya bukan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi [Tipikor], tapi di pengadilan pidana umum. Itupun juga delik dakwaannya pemalsuan dokumen," kata anggota DPR tersebut.

Selain itu, Mahfudz juga mengatakan kalau kasus Misbakhun berbau politis, apalagi yang mengadukan kasus Misbakhun  menurut Misbakhun adalah Andi Arief, staf khusus presiden bidang bencana.

"Walaupun demikian kalau kita mau melihat dari kacamata yang lebih faktual, kasus Misbakhun juga ada indikasi politis," lanjutnya.

Dia menegaskan, baik penggantian Misbakhun, Arifinto yang mengundurkan diri, maupun Yoyo Yusroh, anggota Dewan dari PKS yang meninggal Mei lalu, akan segera disampaikan PKS ke pimpinan DPR.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbakhun Mengingat Pada Masa Dirinya Didzolimi

Sumber: Google Teringat saat kasus Misbakhun , ia mulai ditahan di markas besar Kepolisian Negara RI karena tuduhan pemakaian L/C palsu Misbakhun korupsi di Bank Century pada tanggal 26 April silam. Gara-gara tudingan itu, ia divonis bersalah dan dihukum setahun oleh pengadilan. Waktu itu, Misbakhun adalah salah seorang dari anggota Panitia Khusus Bank Century di DPR yang vokal mengusut skandal yang diduga melibatkan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta pejabat lainnya pada tahun 2008 itu. Di pengadilan tinggi, Misbakhun ditambah setahun hukumannya. Mahkamah Agung (MA) kemudian mengukuhkan hukumannya tetap 2 tahun. Namun, dengan novum baru yang diajukannya lewat peninjauan kembali (PK), akhirnya MA membebaskannya secara murni semua tuduhannya itu. Kini, Misbakhun yang semula anggota Partai Keadilan Sejahteran dan pindah ke Partai Golkar memberikan catatan kenangan dan maknanya saat mulai dipenjara. "Tiga tahun lalu, per...

Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, BNI Ambon Buka 4 KCP Baru

Sumber: google.com Demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi kepada seluruh nasabah, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kini membuka beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di Maluku. “Kami yakin dengan dibukanya beberapa KCP bisa membantu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan aktivitas perbankan,” ungkap Dionne E. Limmon, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BNI Ambon , Rabu(5/10). Tak tanggung-tanggung, mereka membuka 4 KCP, yaitu KCP Seram Bagian Barat (Gemba), Rabu(5/10/2016), KCP Seram Bagian Timur (Bula), Kamis(6/10/2016), KCP Maluku Tenggara (Langgur), Jumat(7/10/2016), dan KCP Kepulauan Aru (Dobo), Rabu(12/10/2016). Dikatakannya, BNI Ambon kan selalu membantu memudahkan kebutuhan perbankan masyarakat termasuk fasilitas pembiayaan atau permodalan. Dengan adanya satu KCU dan 7 KCP, 5 Kantor kas dan 61 unit ATM. BNI Ambon akan kembali menambahkan 14 unit ATM. "Dengan terus mengembangkan, meningkatkan dan merevitalisasi KCP baru mau...

Usai RUPSLB, Achmad Baiquni Tetap Menjabat Sebagai Dirut Bank BNI

Sumber: google.com Susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (B BNI , anggota indeks Kompas100) mengalami perombakan oleh Kementerian BUMN. Perombakan susunan tersebut tercetus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Jumat (30/8). Demikian mengalami perombakan, namun untuk jabatan Direktur Utama Bank BNI masih dijabat oleh Achmad Baiquni . RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo. Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri BNI Tokyo. RUPSLB juga memberhentikan secara hormat Catur Budi Harto yang menjabat sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI , ujar Ario setelah selasai RUPSLB. Adapun untuk Anggoro dipindah menjadi Direktur Konsumer BNI . Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta. Sedangkam di susunan komisaris, RUPS memberhentikan Marwanto Ha...